Showing posts with label Tradisi dan Budaya. Show all posts
Showing posts with label Tradisi dan Budaya. Show all posts

Monday, March 14, 2011

Tradisi Unik "Bau Nyale" yang Selalu Meriah

Share |
Masyarakat suku Sasak, di Pulau Lombok, memiliki tradisi tahunan yang unik, yakni menangkap cacing laut yang dikenal dengan sebutan Bau Nyale. Tradisi tersebut menjadi istimewa dan sakral, lantaran cacing nyale yang ditangkap dipercaya sebagai jelmaan seorang putri bernama Putri Mandalika.

Untuk itu, disuguhkan pula pagelaran drama Putri Mandalika. Konon, karena kecantikannya yang tersohor, sang putri di lamar oleh sejumlah pangeran. Dalam dilema memilih salah seorang pangeran serta ancaman peperangan dari pangeran yang ditolak, sang putri akhirnya memilih menceburkan diri ke laut dan menjelma menjadi cacing laut yang dikenal dengan Nyale.

Thursday, March 3, 2011

Hari Raya Nyepi

Share |
Hari raya Nyepi oleh umat hindu di Bali dirayakan sebagai hari pergantian tahun baru Caka. Hari raya ini menurut penanggalan hindu jatuh pada tanggal satu (penanggal pisan) sasih X (kedasa) atau tepatnya sehari sesudah tilem ke IX (kesanga). Terdapat beberapa rangkaian pelakasanaan hari raya Nyepi ini, yaitu:

Melasti

Melasti sering disebut dengan Melis atau Mekiis. Upacara melasti ini dilakukan pada pengelong 13 sasih kesanga (tepatnya traodasa kresnapaksa sasih IX). Pada upacara melasti ini dilakukan pensucian atau pembersihan segala sarana atau prasarana persembahyangan. Alat-alat atau sarana persembahyangan yang dibersihkan antara lain adalah: pratima dan pralingga.

Thursday, February 24, 2011

"Mesuryak," Tradisi Tebar Uang untuk Mengantarkan Roh Leluhur

Share |
Beragam tradisi unik dimiliki masyarakat pulau Bali. Di Desa Bongan Gede, Tabanan misalnya terdapat tradisi Mesuryak pada hari raya Kuningan. Tradisi ini dilaksanakan sebagai penutup rangkaian hari Raya Galungan dan Kuningan.

Masyarakat Hindu Bali melaksanakan tradisi ini secara turun temurun. Menurut mereka,

Sunday, February 20, 2011

Mekotek (Perang Kayu) Tradisi Unik di Desa Munggu

Share |
Perang tak selalu menimbulkan permusuhan dan korban jiwa. Kalimat ini adalah gambaran dari tradisi Grebek Mekotek atau perang kayu yang selalu dilakukan warga Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, di setiap perayaan Kuningan. Perang ini berbeda dari perang pada umumnya. Tidak ada senjata tajam dan satu sama lain tidak saling menyerang.

Upacara Ngaben di Bali

Share |

Upacara Ngaben Bali
Ngaben adalah upacara penyucian atma (roh) fase pertama sebagai kewajiban suci umat Hindu Bali terhadap leluhurnya dengan melakukan prosesi pembakaran jenazah. Badan manusia terdiri dari badan kasar, badan halus dan karma. Badan kasar manusia dibentuk dari 5 unsur yg disebut Panca Maha Bhuta yaitu pertiwi (zat padat), apah (zat cair), teja (zat panas) bayu (angin) dan akasa (ruang hampa). Kelima unsur ini menyatu membentuk fisik manusia dan digerakan oleh atma (roh). Ketika manusia meninggal yg mati adalah badan kasar saja, atma-nya tidak. Nah ngaben adalah proses penyucian atma/roh saat meninggalkan badan kasar.

Ada beberapa pendapat ttg asal kata ngaben. Ada yg mengatakan ngaben dari kata beya yg artinya bekal, ada juga yg mengatakan dari kata ngabu (menjadi abu), dll.

Monday, February 14, 2011

Tari Barong Bali

Share |

Tari Barong adalah tarian khas Bali yang berasal dari khazanah kebudayaan Pra-Hindu. Tarian ini menggambarkan pertarungan antara kebajikan (dharma) dan kebatilan (adharma). Wujud kebajikan dilakonkan oleh Barong, yaitu penari dengan kostum binatang berkaki empat, sementara wujud kebatilan dimainkan oleh Rangda, yaitu sosok yang menyeramkan dengan dua taring runcing di mulutnya.